Kategori
blog bola Piala Dunia

Nama-nama Kejutan dalam Skuad Piala Dunia 2022

Sejumlah nama-nama kejutan yang sebelumnya tidak masuk radar untuk tampil dan dibawa ke Qatar 2022 ternyata dicantumkan dalam skuad final.

Sepekan ini sejumlah media dipenuhi dengan berita tentang pengumuman skuad final para kontestan piala dunia 2022. Beberapa pemain yang dijagokan atau diprediksi akan tampil di putaran final nanti malah absen atau bahkan dicoret dan digantikan oleh nama-nama yang masih asing ditelinga atau yang dianggap sudah habis. Sejumlah nama-nama kejutan ini bukan hanya muncul di skuad tim-tim papan tengah, namun juga tim-tim besar dan unggulan turnamen. Berikut ini adalah beberapa pemain-pemain yang tidak diperhitungkan namun mendapatkan keberuntungan untuk berkesempatan unjuk gigi di Qatar nanti.

JAGO TEBAK SKOR? MAIN DI W88

Para Punggawa Gaek untuk Kesempatan Terakhir

Nama pertama yang paling mengejutkan adalah kembalinya Dani Alves kedalam skuad tim Samba. Bek sayap berusia 39 tahun ini dianggap telah habis setelah Barcelona yang sempat menampungnya selama enam bulan tidak berminat memperpanjang kontraknya meski dengan gaji yang dipangkas besar. Ia pun hijrah ke Meksiko dengan bergabung bersama UNAM Pumas. Tak disangka, performanya lumayan musim ini menarik minat Tite untuk kembali mencantumkannya dalam skuad final. Alves tampil dalam 12 laga dengan kontribusi empat umpan gol. Yang lebih menarik lagi, eks bek sayap Blaugrana, PSG, Juventus dan Sevilla ini lebih sering bermain di posisi gelandang tengah musim ini, sesuatu yang baru untuk sosok pemain yang absen di Rusia 2018 lalu. Pengalaman Alves sangat berguna bagi skuad Selecao yang dipenuhi oleh banyak punggawa muda. Pasang taruhan anda untuk laga-laga tim Samba di Piala Dunia Qatar 2022 di link alternatif W88.

Remko Pasveer (39) adalah nama kejutan berikutnya. Kiper 39 tahun yang merumput bersama Ajax ini baru tampil dua kali bersama tim Oranje namun sukses menyingkirkan sosok yang lebih dikenal, Jasper Cillssen yang masih berusia 33 tahun. Performa eks punggawa Vitesse Arnhem ini sejatinya juga biasa-biasa saja dengan hanya tidak kebobolan lima kali dari 33 penampilannya musim ini. Pelatih Van Gaal masih belum menentukan siapa yang jadi pilihan pertama. Banyak yang merasa kiper Feyenoord, Justin Bijlow lebih layak sebagai pemain mula, namun Pasveer tetap berpeluang menjadi andalan disaat genting.

Berikutnya, ada penyerang yang sudah tak muda lagi, Callum Wilson. Striker Newcastle United ini memang sedang moncer musim ini. Ia telah mengemas 6 gol dan dua umpan gol dari 11 laga Liga Premier Inggris. Penampilannya yang cukup positif membuat sang pelatih Gareth Southgate memilihnya ketimbang penyerang AS Roma yang tampil gemilang musim lalu, Tammy Abraham. Eks penyerang Chelsea ini seperti kehilangan taji musim ini dengan torehan empat gol saja plus dua umpan gol dari 20 laga yang dijalani.

Para Talenta Muda untuk Debut

Selain para pemain gaek, nama-nama kejutan juga muncul dari para talenta muda. Belanda misalnya memutuskan untuk memanggil dua nama yang bahkan belum menjalani debutnya, yaitu gelandang PSV Eindhoven, Xavi Simons (19 tahun) dan bek kanan berusia 21 tahun yang bermain bersama Bayer Leverkusen, Jeremie Frimpong.

Simons adalah lulusan akademi sepakbola ternama, La Masia, namun sayangnya ia kesulitan mendapat tempat di tim utama Barcelona. Sempat hengkang ke PSG namun kesempatan tampil pun masih minim, ia pun memutuskan pulang kampung ke Eredivisie dan bergabung dengan PSV. Di sinilah ia mulai tampil reguler. Pemain kribo ini telah mengemas 10 gol dan empat umpan gol dari 22 laga di semua ajang. Sementara, Frimpong telah berkontribusi lima gol dan tiga umpan gol dari 21 pertandingan di semua kompetisi.

Sementara itu, tim Ayam Jantan memutuskan untuk memanggil bek muda AS Monaco, Axel Disasi (24) menggantikan Presnel Kimpembe yang cedera. Dsasi telah menjadi pemain inti  sebagai bek tengah dengan kontribusi tiga gol dan empat umpan gol musim ini. Jerman pun tak mau kalah. Salah satu nama kejutan yang muncul dalam skuad mereka untuk putaran final nanti adalah penyerang belia kelahiran Kamerun, Youssoufa Moukoko. Pemain depan berusia 17 tahun ini baru saja menjalani debutnya melawan Oman pekan ini. Musim ini, performanya meningkat ketimbang musim lalu dengan koleksi enam gol dan enam umpan gol dari 22 laga. Berkat penampilan apiknya, ia bahkan mampu menggeser posisi striker senior Anthony Modeste yang sejatinya diplot sebagai pelapis jangka pendek Sebastian Haller yang harus menjalani terapi.

Dari kubu tim Matador, Luis Enrique secara mengejutkan mencantumkan nama penyerang muda Barcelona Ansu Fati (20 tahun), meski tidak menjadi pemain utama di Blaugrana musim ini. Ia menyisihkan dua nama yang lebih senior, penyerang sayap Real Sociedad, Mikel Oyarzabal yang cedera parah serta penyerang andalan Villareal, Gerard Moreno yang tidak tampil prima musim ini. Fati sendiri baru mencetak tiga gol plus membuat tiga umpan gol dari 20 kali penampilannya musim ini di semua ajang.

Sementara itu, tim Dinamit juga secara mengejutkan menepikan bek senior berpengalaman, Jannik Vestergaard dengan bek Galatasaray berusia 24 tahun, Victor Nelsson. Eks bek Nordsjaelland ini telah tampil 13 kali di Liga Turki, sedangkan Vestergaard sendiri nyaris tidak mendapat kesempatan bermain di EPL bersama Leicester City. Ia hanya tampil tiga kali di ajang piala liga dan bersama tim cadangan.

 

Kategori
blog bola Liga Spanyol Piala Dunia

Menanti Klub Luis Suarez Selanjutnya di Musim Depan

Striker subur Uruguay, Luis Suarez masih belum menentukan kemana ia akan berlabuh di musim 2022/23 mendatang usai dilepas Atletico Madrid.

Luis Suarez sedang mempertimbangkan masa depannya di musim depan. Penyerang berusia 35 tahun ini masih belum memastikan dimana ia akan bermain musim depan setelah mengakhiri kontraknya bersama jawara Liga Spanyol 2021, Atletico Madrid. Duet Edison Cavani di timnas Uruguay ini perlu segera menentukan langkahnya agar mendapat klub demi mempersiapkan diri untuk piala dunia 2022 mendatang.

Beberapa klub dari luar Eropa telah berusaha mengontak dan mengontraknya di musim panas ini, namun secara mengejutkan, ia bergeming. Suarez masih percaya diri bahwa ia masih memiliki kapasitas untuk bermain di level tinggi di benua biru. Top skor La Liga di musim 2015/16 tersebut masih mampu mencetak 34 gol selama dua musim bersama Los Rojiblancos, yang mungkin menjadi alasannya untuk tetap memprioritaskan kesempatan merumput di Eropa, setidaknya hingga satu atau dua musim kedepan.

JAGO TEBAK SKOR? COBA MAIN DI W88

Klub-klub yang Ditolak Suarez

Sejauh ini ada setidaknya lima klub yang telah menunjukkan ketertarikannya merekrut El Pistolero. Mereka adalah Atalanta dan Fiorentina dari Liga Italia, tim asuhan Steven Gerrard Aston Villa, klub MLS DC United dan klub raksasa Argentina, River Plate.

Untuk La Dea dan La Viola tampaknya belum ada konfirmasi mengenai pendekatan lebih jauh selain pernyataan ketertarikan dua klub yang tidak berlaga di Liga Champions tersebut. Hal ini menjadi salah satu poin negatif bagi Suarez yang masih berambisi tampil di kompetisi tertinggi di Eropa tersebut. Sementara untuk Aston Villa, sejatinya klub ini telah melakukan kontak dengan penyerang yang pernah satu tim bersama sang pelatih di Liverpool selama empat musim. Sayangnya, kepindahannya tidak terlaksana di bulan Juni lalu setelah penyerang kelahiran Salto tersebut lebih memilih untuk bergabung dengan klub raksasa Argentina, River Plate yang juga melakukan pendekatan dengannya.

Proses perekrutan Suarez sejatinya telah berjalan di awal bulan Juli ini. Kesempatan berlaga di Copa Libertadores menjadi salah satu alasannya untuk membela klub yang dilatih Marcelo Gallardo tersebut. Namun harapan tersebut mendadak sirna setelah Suarez membatalkan rencana tersebut menyusul kegagalan River Plate melaju ke perempat final Copa Libertadores.

Tawaran terakhir datang dari klub asal AS, DC United yang baru saja menunjuk eks bintang timnas Inggris dan Manchester United sebagai pelatihnya, Wayne Rooney. Tetapi, lagi-lagi tawarannya baru-baru ini pun tidak digubris oleh Suarez karena keinginannya bertahan di Eropa. Lalu kemana ia akan pergi? Inilah yang masih menjadi misteri. Pasang taruhan anda untuk laga-laga tanah kelahiran El Pistolero, Uruguay di piala dunia hanya di link alternatif W88.

Prestasi Luis Suarez di Klub dan Timnas

Luis Suarez merupakan salah satu striker paling berbahaya di masa jayanya. Ia bukan hanya menjadi andalan di klub, namun juga di timnas Uruguay dengan sederet gelar yang pernah dimenangkannya, termasuk Liga Champions Eropa. El Pistolero juga tercatat sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa La Celeste hingga saat ini.

Suarez mengawali karir seniornya bersama klub Nacional di tahun 2005 sebelum terbang ke Belanda untuk merintis perjalanan karirnya di Eropa bersama Gronigen setahun kemudian. Performanya mengkilatnya menarik perhatian Ajax untuk merekrutnya. Ia pun ikut berjasa memenangkan gelar liga Belanda Eredivisie 2011 untuk De Amsterdammers. Di tahun yang sama ia dilego ke Liverpool dengan bandrol 26,5 juta Euro. Namun kebersamaannya bersama The Reds tak mampu menghadirkan gelar prestius bagi klubnya kecuali Piala Liga Inggris 2012.

Menjelang musim 2014/15 saat menjalani skors dari FIFA akibat insiden gigit Chiellini di piala dunia 2014 itu, Suarez memutuskan hengkang ke Barcelona. Di tanah Catalan inilah, ia bergelimang gelar dengan 13 trofi, termasuk empat kali kampiun La Liga, jawara Liga Champions, Piala Super Eropa dan Piala Dunia Antar Klub 2015. El Pistolero pun menjadi trisula maut paling ditakuti saat itu bersama Leo Messi dan Neymar sepanjang tahun 2015 hingga 2017 saat bintang Brasil tersebut pindah ke PSG.

Saat dirinya dijual ke Atletico Madrid di 2020 oleh pelatih Blaugrana saat itu Ronald Koeman karena dianggap telah kehilangan tajinya, performanya pun belum pudar. Suarez berkontribusi besar dengan torehan 21 gol dan 3 umpan gol disemua ajang yang ikut membawa Los Choconeros merengkuh gelar La Liga di tahun 2021.

Sementara itu, bersama Uruguay, Suarez pun ikut andil membawa negaranya lolos ke semi final piala dunia 2010 dan menjuarai gelaran Copa America 2011, dimana ia terpilih menjadi pemain terbaik turnamen. Penampilannya di putaran final piala dunia pun tak kalah moncer. Pemain yang juga identik dengan kontroversi ini mulai insiden gigit pemain, menyentuh bola di garis gawang plus rasisme ini secara keseluruhan telah tampil di tiga edisi piala dunia dengan total mencetak tujuh gol dan tiga umpan gol. Suarez pun masih berpeluang menambah pundi-pundi golnya di Qatar nanti.

 

 

Kategori
blog bola Piala Dunia

Iran Lolos ke Qatar 2022 sebagai Tim Asia Pertama

Iran lolos otomatis ke Piala Dunia 2022 sebagai tim asal Asia pertama meski laga kualifikasi masih belum usai. Babak kualifikasi zona AFC sebenarnya masih menyisakan tiga pertandingan namun poin tim Melli sudah tak terkejar oleh UEA yang duduk di urutan ketiga. Saingan terberat mereka, Korea Selatan yang duduk di urutan kedua punya peluang mengikuti jejak Iran di pekan depan jika mampu meraih tiga poin.

Di tengah pekan kemarin melawan Iraq, anak asuhan Dragan Skocic menang tipis saja dengan skor 1-0. Gol tunggal diciptakan oleh penyerang yang bermain di FC Porto serta nominator penghargaan gol terbaik FIFA tahun 2021, Mehdi Taremi. Sebelum gol tercipta, mereka memiliki sejumlah peluang namun berhasil digagalkan barisan pertahanan Iraq. Gol pun tercipta karena Tahremi berhasil lolos dari kawalan lini belakang lawan. Hasil ini cukup untuk melenggangkan langkah Iran lolos menuju putaran final di Qatar akhir tahun nanti.

JAGO TEBAK SKOR? MAIN DI W88

 

Piala Dunia ke Enam bagi Iran

Sukses tim Melli ke Piala Dunia 2022 merupakan keberhasilan mereka yang keenam kalinya untuk berlaga di putaran final kejuaraan dunia empat tahunan tersebut. Bahkan edisi kali ini merupakan yang ketiga kalinya secara beruntun sejak Brasil 2014. Sedangkan tiga edisi lainnya adalah di Argentina 1978, Prancis 1998, dan Jerman 2006.

Debut pertama Iran di 1978 berakhir dengan dua kemenangan dan satu hasil imbang saat mampu menahan Skotlandia yang diperkuat oleh Kenny Daglish saat ini dengan skor 1-1. Kemenangan perdana mereka baru hadir 20 tahun kemudian. Diperkuat oleh trio bintang mereka yang bermain di Liga Jerman, Ali Daei, Khodadad Azizi dan Karim Bagheri mampu membekuk AS 2-1 di Lyon. Sayangnya di dua laga lainnya mereka tak berkutik menghadapi Yugoslavia dan Jerman. Hasil terbaik Iran diraih di Rusia 2018 yang lalu dimana mereka meraih empat poin dari kemenangan 1-0 atas Maroko dan hasil imbang 1-1 menghadapi Portugal. Sayangnya, mereka takluk 0-1 dari Spanyol dan gagal lolos ke babak berikutnya. Pasang taruhan anda untuk laga-laga seru timnas Iran di Piala Dunia Qatar 2022 di link alternatif W88.

 

Potensi Iran Lolos ke 16 Besar

Setelah gagal lolos di lima edisi sebelumnya, kini saatnya mereka melaju lebih jauh, setidaknya menuju babak 16 besar mengingat materi pemain yang ada. Skuad Iran saat ini dipenuhi pemain-pemain yang merumput di liga-liga elit Eropa mulai dari Portugal, Spanyol, Inggris dan Belanda.

Pemain-pemain bintang ini nyaris ada di semua lini. Sebut saja pencetak gol dalam laga melawan Iraq kemarin, Mehdi Taremi. Ia bukan hanya sekedar pemain pelapis di FC Porto yang memimpin klasemen Liga Portugal saat ini. Penyerang 29 tahun ini telah mencetak 11 gol dan enam umpan gol dalam 19 kali penampilan di kompetisi teratas Portugal. Tahremi juga menjadi finalis penghargaan gol terbaik FIFA tahun 2021 berkat gol spektakuler saltonya ketika menantang Chelsea di Liga Champions musim lalu. Selain itu ada juga penyerang yang dijuluki ‘Ibrahimovic Baru’, Serdar Azmoun. Ia telah mencetak sembilan gold an satu umpan gol di Liga Rusia dan UCL bersama Zenit St.Petersburg. Di musim panas nanti, Azmoun bakal menuju Bundesliga untuk bergabung dengan Bayer Leverkusen. Lalu ada kapten tim Alireza Jahanbakhsh yang telah tampil di dua Piala Dunia sebelumnya. Gelandang yang besar di liga Belanda bersama NEC Nijmegen dan AZ Alkmaar ini kini memperkuat Feyenoord setelah gagal bersinar bersama Brighton.

Di samping nama-nama yang telah dikenal diatas, masih ada sejumlah nama lain di skuad Dragan Skocic yang ikut berperan membawa Iran lolos dan siap bersinar di akhir tahun nanti. Sebut saja kiper Boavista Alireza Beiranvand, bek AEK Athena Ehsan Hajsafi dan Milad Mohammadi, bek Dinamo Zagreb Sadegh Moharrami, gelandang klub Belgia Charleroi, Ali Gholizadeh serta geladang serang Brentford Inggris, Saman Ghoddos. Mereka siap bahu-membahu memperbaiki performa Iran di Qatar nanti yang seperti mirip tanding di kandang sendiri. Pendukung sepakbola Iran yang fanatik siap membanjiri venue-venue laga tim Melli di Piala Dunia di jazirah Arab pertama dalam sejarah ini.

 

Kategori
blog bola Piala Dunia

Prediksi Kualifikasi Piala Dunia CONCACAF – Kanada vs AS

Kualifikasi Piala Dunia zona CONCACAF akan menggelar salah satu partai big match antara dua tim teratas di klasemen, Kanada vs AS. Kedua tuan rumah Piala Dunia 2026 nanti ini akan berhadapan untuk memperebutkan tiket lolos otomatis pertama. Amerika Serikat punya misi khusus untuk mengalahkan Kanada yang masih tidak terkalahkan. Sementara bagi negara tetangga yang sering diremehkan, negeri berlambang daun mapel ini ingin membuktikan bahwa mereka memang lebih tangguh dari AS yang terlalu banyak berkoar.

Kanada vs AS

Senin, 30 Januari 2022, pukul  6.05 WIB

Stadion Tim Horton Field, Hamilton

SERI 2.82 │KANADA 2.72 │AS 2.64

PASANG TARUHAN PERTANDINGAN INI DI W88

 

Ringkasan Laga Kanada vs AS

Kanada menjalani laga demi laga kualifikasi dengan cukup gemilang. Mereka mampu mempimpin klasemen sementara dan belum terkalahkan dengan lima kemenangan serta empat kali imbang, termasuk kemenangan 2-1 atas Meksiko, tim terkuat di zona ini. Anak asuhan John Herdman kini menjadi yang terdepan untuk bisa mengamankan tiket lolos langsung ke Qatar 2022. Di pertandingan sebelumnya, mereka membungkam Honduras 2-0 di kandang lawan. Dua gol kemenangan mereka diciptakan oleh gol bunuh diri Denil Maldonado yang gagal menyapu bersih umpan silang Tajon Buchanan serta sontekan dari luar kotak penalti yang dilakukan oleh penyerang yang bermain di Lille, Jonathan David.

Sementara AS masih punya peluang menyodok ke puncak klasemen mengingat mereka hanya berjarak satu poin saja dengan calon lawannya. Juara Piala Emas CONCACAF edisi terakhir ini sebenarnya memiliki materi pemain yang lebih baik dan tersebar di liga-liga top Eropa. Sayangnya performa mereka tidak selalu stabil dan sering kali kesulitan mencetak lebih dari dua gol. Laga melawan El Salvador menjadi buktinya dimana mereka hanya unggul 1-0 saja lewat gol tunggal Antonee Robinson. Anak asuhan Greg Berhalter seharusnya mampu mencetak lebih banyak gol.

Kabar Terkini

Berdasarkan informasi terkini dari link alternatif W88, Kanada bakal turun dengan skuad terbaiknya dengan formasi 4-4-2 yang bisa bertransformasi menjadi 5-3-2. Sayangnya, bek andalan mereka Alphonse Davies harus absen dan tidak dipanggil kedalam skuad karena cedera. Tajon Buchanan, Atiba Hutchison, Jonathan David akan menjadi punggawa utama dalam starting IX mereka melawan AS nanti. Jangan lupakan juga kiper Milan Borjan yang tampil cemerlang di laga melawan Honduras. Kiper yang bermain di Red Star Belgrade ini menghalau sejumlah peluang emas tim tuan rumah di laga tersebut.

Sementara, Greg Berhalter nampaknya akan berusaha tampil lebih menyerang dengan formasi 4-3-3 untuk menembus pertahanan alot tim lawan dengan trio penyerang Lille Timothy Weah, penyerang Chelsea Christian Pulisic dan Ricardo Pepi yang baru saja pindah ke Bundesliga, Augsburg. Keunggulan lini depan mereka akan dioptimalkan demi mencetak gol lebih cepat dan lebih banyak di laga ini.

Perkiraan Susunan Pemain Kanada vs AS

Berikut adalah daftar nama pemain dari kedua tim yang bakal turun di laga ini:

  1. Kanada
  • Milan Borjan
  • Kamal Miller
  • Richie Laryea
  • Alistair Johnston
  • Derek Cornelius
  • Tajon Buchanan
  • Atiba Hutchison
  • Stephen Eustaquio
  • Junior Holiet
  • Jonathan David
  • Cyle Larin

 

  1. AS
  • Zack Steffen
  • Reggie Cannon
  • Sergino Dest
  • Chris Richards
  • Antonee Robinson
  • Tyler Adams
  • Weston McKennie
  • Sebastian Lletget
  • Christian Pulisic
  • Timothy Weah
  • Ricardo Pepi

Prediksi Skor Kanada vs AS

Laga ini bakal berlangsung ketat mengingat kedua tim berambisi meraih kemenangan demi puncak klasemen dan tiket otomatis pertama ke Qatar. Tim tuan rumah memiliki sedikit keuntungan bermain di kandang sendiri namun tim tamu punya lebih banyak pemain muda yang berpengalaman tampil di laga-laga elit Eropa meski tidak selalu menjadi pemain utama. Mentalitas akan menjadi kunci utama yang menentukan hasil akhir di partai ini. Skor akhir tampaknya akan imbang 1-1 atau 2-2.

Kategori
blog bola Piala Dunia

Prediksi Kualifikasi Piala Dunia 2022 – Paraguay vs Uruguay

Kualifikasi Piala Dunia zona CONMEBOL kembali hadir dengan memasuki fase krusial, salah satunya partai Paraguay vs Uruguay. Paraguay masih memiliki peluang lolos, meski kecil, asalkan mampu meraih tiga poin, sedangkan Uruguay juga membutuhkan poin maksimal untuk segera mengamankan peluang tiket lolos otomatis. Kedua tim hanya berselisih tiga poin saja. Uruguay duduk di urutan ke tujuh sementara Paraguay dua tingkat dibawahnya. 

Paraguay vs Uruguay 

Jumat, 28 Januari 2022, pukul 09.00 WIB 

Stadion General Pablo Rojas 

SERI 2.99│PARAGUAY 3.25│URUGUAY 2.46

PASANG TARUHAN PERTANDINGAN INI DI W88 

Ringkasan Laga Paraguay vs Uruguay 

Paraguay mengalami inkonsistensi performa dalam kualifikasi piala dunia kali ini. Telah terjadi pergantian pelatih dari Eduardo Berizzo ke Guillermo Schelotto sejak bulan Oktober 2021 namun hasil pertandingan belum berubah secara signifikan. Eks pelatih Boca Juniors ini belum mampu membawa timnya meraih kemenangan. Tiga poin sangat krusial dalam laga ini karena dengan hasil itu mereka akan menyamai poin lawan mereka dan berjuang di tiga laga sisa berikutnya. 

Di lain pihak, Uruguay mengalami hal yang tak jauh berbeda. Mereka baru saja mengganti pelatih senior mereka, Oscar Tabarez dengan Diego Alonso usai kekalahan memalukan dari Bolivia. Laga ini adalah debut Alonso menangani Luis Suarez dan kolega. Ini akan menjadi ujian apakah mereka masih mampu lolos mengingat performa mengecewakan dalam beberapa pertandingan terakhir. Sebuah PR yang tidak mudah bagi pelatih baru. 

Kabar Terkini

Dari informasi terakhir yang dihimpun dari link alternatif W88, Paraguay bakal memasang formasi 4-5-1 dengan kemungkinan transisi menjadi 4-4-2. Striker Torino Antonio Sanabria akan dipilih dalam pemain utama di lini depan, berpasangan dengan Brian Samudio. Di lini tengah, gelandang serang Newcastle United Miguel Almiron akan menjadi motor serangan sedangkan kapten Gustavo Gomez bakal mengkoordinasi kokohnya lini pertahanan. 

Sementara di lain pihak, Uruguay tampaknya akan tampil menyerang dengan formasi 4-2-3-1 atau dengan 4-3-3. Luis Suarez dan Edison Cavani kini akan ditemani oleh penyerang miss yang merumput di Benfica, Darwin Nunez. Lini tengah mereka cukup tangguh dengan hadirnya Mathias Vecino, gelandang Real Madrid Federico Valverde dan gelandang Juventus Rodrigo Bentacur yang ditugaskan untuk menopang lini depan dan barisan pertahanan yang masih dihuni oleh wajah-wajah lama seperti Diego Godin dan Martin Caceres. Bek Barcelona Ronald Araujo menjadi andalan baru di lini belakang bersama bek sayap AS Roma, Mathias Vina. 

Perkiraan Susunan Pemain Paraguay vs Uruguay 

Berikut adalah daftar nama pemain dari kedua tim yang bakal turun di laga ini:

  1. Paraguay 
  • Anthony Silva 
  • Gustavo Gomez 
  • Omar Aldrete 
  • Junior Alonso 
  • Roberto Rojas 
  • Miguel Almiron 
  • Mathias Villasanti
  • Carlos Gonzalez 
  • Mathias Rojas
  • Antonia Sanabria
  • Brian Samudio

 

  1. Uruguay 
  • Mathias Campana 
  • Diego Godin 
  • Ronald Araujo 
  • Jose Gimenez 
  • Mathias Vina
  • Federico Valverde 
  • Mathias Vecino
  • Rodrigo Bentacur
  • Edison Cavani 
  • Luis Suarez 
  • Darwin Nunez

Prediksi Skor Paraguay vs Uruguay 

Ini adalah laga hidup-mati bagi tim tuan rumah. Jika mereka hanya meraih hasil imbang berarti pupuslah sudah peluang mereka untuk lolos, atau setidaknya kian berat mengingat lawan berikutnya adalah Brasil yang jauh lebih tangguh ketimbang Uruguay saat ini. Sementara, bagi anak asuhan Diego Alonso, hasil imbang kian memperberat langkah mereka berikutnya mengingat tim tamu tidak hanya bersaing dengan dua melainkan tiga bahkan empat tim lain sekaligus untuk lolos, yaitu Kolombia, Peru, Cile, dan Bolivia. Meski begitu, hasil akhir pertandingan ini tampaknya tidak bisa jauh dari hasil imbang dengan skor 1-1 atau 2-2. Dengan hasil ini berarti persaingan kian ketat dan menegangkan menuju akhir.

Kategori
blog bola Liga Champions Liga Europa Piala Dunia

Gol Tandang yang Hilang di Kompetisi Elit 2022

Aturan gol tandang resmi dihentikan di kompetisi-kompetisi elite dunia di tahun  2022 setelah berlaku sekian lama, baik di Eropa ataupun wilayah Amerika Selatan. 

UEFA sebenarnya telah menghilangkan aturan gol tandang tersebut sejak awal musim ini. Badan sepakbola Eropa tersebut berpendapat demikian karena kondisi penularan COVID-19 di Eropa yang meningkat di tahun 2020 sehingga hampir seluruh pertandigan berlangsung tanpa penonton. Sehingga aturan tersebut tidak lagi relevan mengingat aturan tersebut dibuat agar tim tamu tetap tampil menyerang dan berusaha untuk mencetak gol. Saat ini atmosfir pertandingan baik di partai kandang dan tandang tak jauh berbeda karena adanya standarisasi bagi fans tim, tingkat kualitas stadion hingga fasilitasnya. 

Kini, giliran konfederasi sepakbola Amerika Selatan yang ikut memutuskan untuk menghilangkan aturan gol tandang. Kompetisi Piala Libertadores dan Sundamericana 2021 menjadi turnamen regional terakhir yang menggunakan aturan tersebut, yang menguntungkan juara bertahan Palmeiras di semifinal usai menyingkirkan Atletico Mineiro dengan agregat 1-1 (bermain 0-0 di kandang dan menahan lawan 1-1 di partai tandang).

JAGO TEBAK SKOR? MAIN DI W88

 

Sejarah Gol Tandang di Kompetisi Antar Klub Elit

Aturan gol tandang diperkenalkan pertama kali oleh UEFA di dekade 1960an, tepatnya di Piala Winners musim kompetisi 1965/66 putaran kedua di pertandingan antara Budapest Honved asal Hungaria melawan Dukla Praha asal Cekoslovakia. Saat itu Piala Winners merupakan kompetisi antar klub Eropa kelas dua dibawah Liga Champions (atau dahulu disebut Piala Kejuaraan Eropa dan Piala Champion). Setelah itu, berurutan di dua musim berikutnya, gol tandang diberlakukan di Piala Fairs (setara dengan Liga Konferensi Eropa saat ini) pada musim 1966/67 dan di kompetisi antar klub tertinggi Piala/Liga Champions di musim 1967/68.

Sejak saat itu, gol tandang menjadikan laga-laga leg kedua di babak-babak yang menentukan di Liga Champions, Piala Winners dan Piala UEFA (sebelum kedua kompetisi tersebut dilebur menjadi satu yang merupakan benih Liga Eropa saat ini) kian seru dan dramatis mengingat satu gol tandang bernilai ganda. Bahkan di sejumlah edisi final Piala UEFA juga bergantung pada aturan ini untuk menentukan juara, terutama saat final masih menggunakan format tandang-kandang di musim 1971/72 hingga 2006/07.

Tercatat ada tiga edisi final yang begitu ketat sehingga harus mengandalkan aturan gol tandang ini, yaitu di musim 1976/77, 1979/80 dan 1991/92. Pada tahun 1977, Juventus diuntungkan dengan gol tandang saat kalah 1-2 dari Athletic Bilbao di leg kedua setelah unggul 1-0 leg pertama. Tiga tahun kemudian, Eintracht Frankfurt sukses menjadi kampiun usai menang 1-0 di laga kedua, sementara di leg pertama, mereka takluk 2-3 dari Gladbach. Sedangkan di  musim 1991/92, Ajax menjadi juara setelah hanya bermain seri tanpa gol di kandang sendiri usai menahan Torino 2-2 di partai pertama. Musim 2020/21 adalah musim terakhir diterapkannya aturan tersebut. Pasang taruhan anda di laga-laga Liga Eropa di link alternatif W88. 

Uniknya, CONMEBOL baru mengadopsi aturan ini baru saja di dua dekade silam, tepatnya di tahun 2005 dan diberlakukan hingga partai final hingga 2008, dimana saat itu klub asal Ekuador LDU Quito sukses menjadi jawara Amerika Latin usai membekuk Fluminense dari Brasil Debian skor 3-1 di kandang sendiri usai kalah 2-4 di laga tandang. Selanjutnya aturan tersebut hanya berlaku di babak knockout sampai semifinal saja sebelum diakhiri tahun lalu. 

Gol Tandang di Kompetisi Antar Negara 

Lalu apakah gol tandang sepenuhnya hilang dalam sepakbola? Tampaknya belum jika merujuk pada kompetisi antar negara. Babak playoff Piala Dunia 2022 nanti masih memberlakukan aturan ini, terutama di laga playoff internasional dan zona Afrika yang masih menganut sistem partai kandang-tandang. Untuk playoff zona Eropa, UEFA telah menggantinya dengan sistem satu laga bagi setiap tim di babak semifinal sebelum melaju ke final, yang juga dengan satu laga. 

Di zona Asia, untuk perebutan tiket menuju playoff internasional, peringkat ketiga terbaik dari masing-masing grup juga akan bertanding dengan sistem tandang-kandang. Aturan gol tandang juga masih berlaku disini. 

Pengganti Aturan Gol Tandang 

Sebagai penggantinya, maka dalam babak-babak dengan laga kandang-tandang, jika kedua tim sukses meraih kemenangan, maka jumlah gol aggregat yang akan dijadikan pertimbangan lebih dahulu untuk menentukan lolos tidaknya sebuah tim. Bila agregat gol masih sama, maka kedua tim harus melanjutkan hingga adu penalti untuk menentukan pemenang. Sistem ini sudah sempat diberlakukan oleh CONMEBOL sebelum tahun 2005.

Kategori
blog bola Piala Dunia

Nigeria dan Yunani Sedang Berburu Pelatih Baru

Timnas Nigeria dan Yunani sedang mencari sosok pelatih baru menjelang turnamen internasional dan tentunya Piala Dunia Qatar 2022. Kedua tim baru saja kehilangan dua pelatih kepalanya dengan alasan yang berbeda. Nigeria memecat sosok yang menjabat sebelumnya, Gernot Rohr yang dianggap tidak bisa memaksimalkan potensi bakat para pemain dalam timnya, sedangkan bos timnas Yunani ditinggalkan pelatih kepala John Van Schip akibat kegagalannya di babak kualifikasi piala dunia 2022 yang baru berkakhir bulan lalu. Pasang taruhan anda untuk laga-laga Piala Dunia 2022 di link alternatif W88.

JAGO TEBAK SKOR? COBA MAIN DI W88

Muka-muka Lama yang Mendominasi di Nigeria

Pemberhentian yang dilakukan federasi sepakbola Nigeria (NFF) terjadi di saat yang kurang tepat. Rohr yang berkebangsaan Jerman berjasa membawa tim Elang Super lolos ke babak playoff kualifikasi Piala Dunia yang baru akan digelar di bulan Juni 2022. Namun Piala Afrika 2022 akan diselenggarakan dalam waktu dekat, tepatnya pada bulan Januari tahun depan. Tak pelak, Augustin Eguavoen ditunjuk sebagai pelatih baru ad interim untuk menangani Victor Osimhen dan kolega. Posisi Eguavoen masih belum aman hingga putaran final Piala Dunia. Ia masih perlu membuktikan bahwa eks anggota skuad timnas Nigeria di Piala Dunia 1994 ini layak menduduki jabatan tersebut. Meski merupakan muka lama dan telah tiga kali ditunjuk menangani Super Eagle, tak ada prestasi menonjol yang ditorehkan kecuali peringkat ketiga Piala Afrika 2006.

Lalu siapa saja calon yang diincar oleh federasi sepakbola di negeri yang pernah meraih emas di cabang sepakbola pada ajang Olimpiade Atlanta 1996 ini? Berikut beberapa nama yang muncul.

  • Salisu Yusuf: Ia adalah asisten pelatih timnas sejak tahun 2016. Prestasi terbaiknya sebagai pelatih adalah membawa dua klub lokal, Kano Pillars dan Eyimba FC meraih gelar liga Nigeria dan Piala Nigeria. Namun, ia tidak memiliki pengalaman bermain untuk tim nasional di masa mudanya.
  • Jo Bonfrere: Pelatih berkebangsaan Belanda ini adalah salah satu yang sosok paling berjasa bagi tim Elang Super. Ia lah pelatih yang membawa Nigeria meraih medali emas di ajang Olimpiade Atlanta 1996. Sayangnya usianya yang sudah menginjak 75 tahun membuat peluangnya terpilih kembali agak tipis.
  • Sunday Oliseh: Eks bintang timnas di dekade 1990an dan 2000an yang juga pernah menjadi pelatih Elang Super di tahun 2015 hingga 2016. Pengalaman melatih lainnya adalah memimpin Vervietois di divisi tiga Liga Belgia dan Fortuna Sittard di Liga Belanda divisi Dua.
  • Emmanuel Amunike. Ia adalah salah satu pemain tenar timnas di era 1990an dan pernah memperkuat Barcelona dan Sporting Lisbon serta menjadi bagian dari generasi emas Nigeria pada dekade tersebut. Pengalaman melatihnya timnas Tanzania dan Nigeria U17 lah yang paling diingat karena Amunike sukses membawa timnya lolos ke Piala Afrika 2019 dan juara dunia U17.
  • Mladen Krstajic: Ia adalah eks pelatih timnas Serbia yang berhasil membawa Alexander Mitrovic dan kolega lolos ke Piala Dunia 2018 yang lalu. Sayangnya, sosok yang didekati NFF langsung ini memilih menerima tawaran untuk menangani Maccabi Haifa.

Antara Valverde dan Santos di Yunani

Sedangkan timnas Yunani yang sudah dipastikan gagal lolos ke piala dunia tidak akan terburu-buru memilih pelatih baru usai John Van’t Schip mundur dari posisinya pasca kegagalan di babak kualifikasi bulan November lalu. Beberapa nama sempat muncul ke permukaan. Yang terbaru adalah dua sosok senior dengan sejumlah prestasi, Ernesto Valverde dan pelatih Portugal saat ini, Fernando Santos.

Valverde adalah eks pelatih Barcelona, Athletic Bilbao, Valencia, Villareal dan Espanyol dengan sederet prestasi di kompetisi domestik antara lain dua gelar La Liga dan Piala Super Spanyol plus Piala Raja plus runner up Piala UEFA 2007 bersama Espanyol. Ia juga pernah menangani Olympiakos di dua periode, dengan tiga gelar liga domestik di 2009, 2011 dan 2012. Valverde sedang berstatus free agent yang membuatnya berpeluang untuk dikontrak Yunani. Sementara opsi lainnya adalah menunggu Fernando Santos yang harus berjuang membawa Portugal lolos ke Qatar 2022 via jalur playoff yang memberatkan dimana kemungkinan besar akan bertemu Italia di laga penentuan. Jika gagal lolos, kemungkinan besar ia akan mundur meski berjasa memberi dua gelar internasional bagi Cristiano Ronaldo cs, Piala Eropa 2016 dan Nations League edisi pertama. Kembali melatih timnas Yunani yang pernah dibawanya lolos ke babak 16 besar di Piala Dunia 2014 adalah salah satu opsi yang dipertimbangkan.