Kategori
blog bola Piala Dunia

Sisa-sisa Qatar 2022: Messi & Benzema Tunda Pensiun Hingga Nominasi Gol Terbaik

Piala Dunia 2022 menyisakan sejumlah kisah menarik mulai dari pembatalan keputusan pensiun Messi dan Benzema serta nominasi gol terbaik turnamen.

Piala Dunia Qatar 2022 telah usai. Banyak hal tak terduga yang terjadi di piala dunia pertama di musim dingin ini mulai dari hasil-hasil yang mengejutkan, deretan rekor yang tercipta serta laga klimaks terbaik di partai puncak. Selain itu ada hal lain yang juga tak kalah menarik dan ditunggu-tunggu oleh publik, yaitu predikat gol terbaik. FIFA baru saja mengumumkan 10 nominasi gol terbaik sepanjang turnamen.

JAGO TEBAK SKOR? MAIN DI W88

Messi dan Benzema Tunda Pensiun

Peraih penghargaan Pemain Terbaik turnamen, Leo Messi, dan bintang Prancis dan Real Madrid, Karim Benzema, yang sempat menyatakan akan pensiun dari timnas ternyata membuat keputusan terbaru mengenai hal tersebut. Mereka berdua sama-sama menyatakan masih akan menunda untuk pensiun dengan dua alasan yang berbeda.

Sang kapten Messi memang telah memastikan bahwa piala dunia 2022 merupakan piala dunia terakhirnya. Hal ini mematahkan spekulasi bahwa ia masih akan tampil di edisi United 2022 yang diselenggarakan di AS, Kanada dan Meksiko. Namun, bukan berarti La Pulga akan pensiun dari timnas usai final. Ia menyatakan masih akan tampil di beberapa laga lagi sebagai jawara dunia.

Lain Messi, lain Benzema. Penyerang yang sempat dipanggil namun harus dipulangkan dengan alasan cedera ini sempat menyatakan pensiun dari timnas hari senin kemarin usai Les Blues takluk di final. Keputusan Benzema dilatarbelakangi oleh kekecewaan striker veteran Real Madrid itu terhadap pelatih Didier Deschamps yang memulangkannya meski cederanya tidak serius dan dapat dpulihkan hanya dalam hitungan hari. Ia juga dikabarkan terlibat perselisihan dengan sang pelatih sebelum terbang kembali ke Madrid. Namun, menyusul kegagalan Prancis mempertahankan gelar, FFF (PSSI-nya Prancis) berencana untuk mengganti eks pelatih Marseille dan Monaco tersebut dengan Zinedine Zidane. Hal ini tentu menjadi  kabar baik bagi Benzema mengingat keduanya lama berkerjasama di Real Madrid. Benzema pun meralat keputusannnya untuk pensiun dari timnas, asalkan Zidane yang menjadi arsitek tim Ayam Jantan. Pasang taruhan anda untuk laga-laga Prancis di link W88 Indonesia.

Ambisi Qatar dan Maroko Selanjutnya

Usai sukses menggelar piala dunia yang dianggap terbaik dalam sejarah, Qatar pun mulai bersia untuk menjadi tuan rumah Olimpiade 2036. Hal ini tentu bukan hanya dilatarbelakangi oleh kesuksesan di piala dunia. Mereka juga telah terpilih untuk menjadi tuan rumah Piala Asia 2023 tahun depan plus Asian Games 2030. Target di Olimpiade 2036 cukup wajar karena mereka masih memiliki waktu untuk mempersiapkan diri.

Sementara itu, penampilan mengejutkan Maroko sebagai wakil Afrika pertama yang lolos menjadi semifinalis membuat federasi sepakbola setempat untuk bersiap kembali mengajukan diri sebagai tuan rumah piala dunia 2030. Hal itu merupakan upaya kesekian kalinya bagi Maroko untuk mencalonkan diri. Terakhir kali mereka melakukannya untuk edisi Piala Dunia 2026 namun mereka kalah dari trio CONCACAF dalam pemungutan suara. Kini Maroko siap bekerjasama dengan Spanyol dan Portugal untuk menjadi tuan rumah bersama di edisi 2030. Sebelumnya di bulan Oktober lalu, Spanyol dan Portugal secara mengejutkan bersedia mengajak Ukraina yang jaraknya tidak berdekatan untuk menjadi tuan rumah edisi yang sama. Menarik ditunggu perkembangan rencana tersebut.

Rekor dan Fakta Menarik di Qatar 2022

Berikut ini adalah sejumlah rekor dan fakta menarik yang muncul di Qatar 2022 lalu:

  • Leo Messi menjadi pemain pertama yang menjadi Pemain Terbaik turnamen dua kali. Sebelum 2022, La Pulga pernah mendapat penghargaan tersebut di edisi 2014 lalu.
  • Kylian Mbappe menjadi pemain kedua yang mencetak hattrick di final setelah Geoff Hurst di edisi 1966.
  • Piala Dunia 2022 menghasilkan 172 gol, atau terbanyak dalam sejarah.
  • Messi memecahkan rekor sebagai pemain dengan penampilan terbanyak di putaran final piala dunia, yaitu 26 laga.
  • Messi menjadi pemegang rekor pembuat umpan gol terbanyak sepanjang sejarah, dengan delapan assist menyamai catatan Pele dan Maradona. Ia juga menjadi pemain pertama yang membuat umpan gol di lima edisi piala dunia.
  • Cristiano Ronaldo menjadi pemain pertama yang mencetak gol di lima edisi piala dunia.
  • Messi menjadi pemegang rekor raihan pemain terbaik dalam pertandingan terbanyak, yaitu 11 laga. Ia juga menjadi pemain pertama yang mencetak gol di setiap fase turnamen, yaitu babak penyisihan, plus fase gugur, semifinal dan final.
  • Gol ke 2600 dan 2700 piala dunia tercipta di Qatar. Robert Lewandowski dan Leo Messi masing-masing melakukannya di laga versus Arab Saudi dan Belanda.
  • Inggris menjadi tim terbanyak yang meraih gelar juara ‘Fair Play’, yaitu sebanyak tiga kali. (1990, 1998 dan 2022).
  • Enzo Fernandez menjadi pemain Argentina pertama yang meraih penghargaan pemain muda terbaik sedangkan Emi Martinez adalah kiper Tango kedua yang mendapat penghargaan kiper terbaik setelah Sergio Goycochea (1990).

Nominasi Gol Terbaik Piala Dunia 2022

Berikut ini adalah 10 kandidat gol terbaik Qatar 2022 pilihan FIFA.

  1. Gol pertama Richarlison dengan tendangan gunting vs Serbia. Hasil akhir: Brasil vs Serbia 2-0.
  2. Gol Salem Al-Dawsari dengan tendangan melengkung vs Argentina. Hasil akhir: Argentina vs Arab Saudi 1-2.
  3. Gol Cody Gakpo dengan tendangan jarak jauh vs Ekuador. Hasil akhir: Belanda vs Ekuador 1-1.
  4. Gol Enzo Fernandez dengan tendangan melengkung vs Meksiko. Hasil akhir: Argentina vs Meksiko 2-0.
  5. Gol Vincent Aboubakar dengan tendangan chip vs Serbia. Hasil akhir: Serbia vs Kamerun 3-3.
  6. Gol Luis Chavez lewat tendangan bebas vs Arab Saudi. Hasil akhir: Meksiko vs Arab Saudi 2-1.
  7. Gol Kylian Mbappe lewat tendangan keras di kotak penalti vs Polandia. Hasil akhir: Prancis vs Polandia 3-1.
  8. Gol Park Seung-Ho lewat tendangan jarak jauh vs Brasil. Hasil akhir: Brasil vs Korsel 4-1.
  9. Gol Richarlison hasil kerjasama tim ala tiki-taka vs Korsel. Hasil akhir: Brasil vs Korsel 4-1.
  10. Gol Neymar dengan akselerasi indah nan cepat didepan gawang vs Kroasia. Hasil akhir: Brasil vs Kroasia 1-1 (2-4) via adu penalti.

 

 

Kategori
blog bola Piala Dunia

Seputar Qatar 2022: Lahirnya Bintang Baru dan Perubahan Tren Taktik

Piala dunia 2022 yang akan usai telah melahirkan bintang baru di lapangan hijau serta menjadi saksi perubahan tren taktik sepakbola. 

Tak terasa piala dunia 2022 akan segera berakhir. Gelaran pesta bola dalam 29 hari ini telah menghasilkan kisah-kisah tersendiri baik di dalam maupun di luar lapangan. Isu drama ban kapten OneLove untuk mendukung kaum liyan, pecahnya sejumlah rekor tertentu, isu ancaman internal kepada timnas Iran, wafatnya dua jurnalis dan satu petugas keamanan, kinerja wasit-wasit yang disorot yang berujung pada pemulangan dua diantaranya hingga kejutan tim-tim Asia dan Afrika plus tersingkirnya sejumlah tim elit di babak awal. 

Di samping itu, Qatar 2022 juga telah menghadirkan para bintang baru yang siap bersinar di turnamen-turnamen berikutnya plus perubahan tren taktik yang bisa dibilang sedikit mengkhawatirkan. Berikut ini adalah ulasannya.

JAGO TEBAK SKOR? MAIN DI W88

Para Bintang Baru di Piala Dunia 2022

Piala Dunia tahun ini telah melahirkan sejumlah bintang baru yang tidak atau belum terdengar sebelumnya. Beberapa pemain tersebut sebenarnya bukan diplot sebagai pemain utama sepanjang turnamen namun mereka justru berkesempatan untuk bersinar kali ini. Berikut ini adalah nama-nama bintang baru tersebut. 

Enzo Fernandez adalah salah satu nama yang paling banyak menyita perhatian. Gelandang Benfica berusia 21 tahun ini berhasil menampilkan perannya sebagai dirigen di lapangan tengah dalam memainkan tempo dan menyuplai bola ke berbagai posisi layaknya Sergio Busquets di Barcelona. Namanya pun jadi incaran banyak klub besar di bursa transfer nanti mulai dari Real Madrid hingga Liverpool. Sejatinya Fernandez merupakan pelapis dari Leandro Paredes dan Guido Rodriguez namun kemampuannya membaca permainan membuat pelatih Lionel Scaloni tak ragu untuk mempercayainya sebagai gelandang bertahan tim usai takluk dari Arab Saudi di partai perdana. Sejauh ini, Fernandez telah mengemas satu gol dan satu umpan gol di Qatar.

Masih dari kubu tim Tango, ada nama Julian Alvarez. Penyerang muda Manchester City tersebut sejatinya merupakan pelapis striker Inter Milan, Lautaro Martinez. Namun karena performa mengecewakan Martinez, Alvarez pun dipilih sebagai tandem Leo Messi di lini depan. Eks bintang River Plate itu pun  tidak mengecewakan dengan kontribusi empat gol sepanjang kompetisi ini. 

Albiceleste juga kini memiliki bintang baru di lini tengah yang mengisi posisi Giovanni Lo Celso yang cedera sebelum kick off membuatnya tidak bisa bergabung dengan skuad, yaitu Alexis Mac Allister. Gelandang Brighton ini langsung bisa nyetel dengan skema Scaloni di laga kedua melawan Meksiko. Pemain berusia 23 tahun ini telah menyumbang gol di laga ketiga versus Polandia. 

Dari kubu Kroasia ada nama Dominik Livakovic. Kiper 27 tahun ini harganya melambung tinggi usai menjadi bintang Vatreni selama turnamen dengan membawa timnya lolos ke semifinal lewat dua adu penalti di fase knockout versus Jepang dan Brasil. Punggawa Dinamo Zagreb ini pun menjadi penerus Danijel Subasic yang pas setelah ia pensiun dari timnas usai final edisi 2018. 

Ada juga Sofyan Amrabat dari Maroko. Gelandang box-to-box enerjik ini menjadi andalan Singa Atlas hingga bisa menjadi semifinalis kali ini. Pemain yang merumput bersama Fiorentina ini menjadi pemain pertama yang bertahan dan menyerang di tim asuhan Walid Regragui meski tidak langsung berkontribusi dengan gol maupun umpan gol. 

Sementara beberapa nama lain yang berasal dari tim-tim diluar para semifinalis adalah penyerang Jepang Ritsu Doan dan penyerang Portugal, Goncalo Ramos. Nama Doan mencuat setelah mencetak dua gol krusial saat mengalahkan Spanyol dan Jerman di babak penyisihan. Sementara, Goncalo Ramos menjadi sorotan setelah mencetak hattrick di babak 16 besar saat menghajar Swiss 6-1. Pasang taruhan anda untuk laga final piala dunia 2022 di link alternatif W88. 

Tren Taktik Baru di Qatar 2022

Piala dunia 2022 juga menandai perubahan tren pada taktik yang digunakan oleh tim-tim yang berlaga. Jika awal dekade 2010an atau sebelumnya, penguasaan bola menjadi kunci dalam memenangkan pertandingan, saat ini justru tidak menjadi sebuah keharusan. Sebagian besar tim-tim yang lolos ke babak fase gugur justru tidak mengandalkan penguasaan bola dalam taktiknya. Mereka lebih mengandalkan permainan pragmatis dan pressing ketat dengan mengutamakan serangan balik cepat yang efektif. Empat semifinalis di piala dunia kali ini pun lebih sering mengandalkan serangan cepat nan berbahaya saat menguasai bola ketimbang memainkan penguasaan bola dengan berlama-lama. 

Dari segi membangun serangan, efektivitas menjadi kunci. Tim-tim yang masih mengandalkan ball possession seperti Spanyol dan Jerman justru sudah keok masihg-masing di 16 besar dan fase grup. Tak heran jika tidak banyak peluang yang diciptakan. Meski begitu, kualitas peluang-peluang yang ada justru meningkat dalam dua edisi piala dunia terakhir. Kualitas serangan ke pertahanan lawan lebih diutamakan daripada jumlah peluang yang dihasilkan. 

Tren taktik tersebut juga sedikit dipengaruhi oleh semakin banyaknya pergantian pemain yang dibolehkan dari tiga menjadi lima. Sekilas aturan tersebut tidak berkaitan langsung dengan taktik. Namun, perubahan tersebut membuat tim lebih leluasa melakukan modifikasi taktik di babak kedua. Sebisa mungkin sebuah tim tidak kebobolan dan memasukkan para punggawa yang dapat membantu mencetak gol kemenangan. 

Tren taktik baru ini tentu sedikit mengkhawatirkan mengingat sepakbola pragmatis dan negatif bisa kembali populer seperti di piala dunia 1990 lalu yang berpotensi membuat laga-laga kian membosankan. Akankah sepakbola menyerang dengan penguasaan bola kembali menjadi tren di masa depan? Hanya waktu yang bisa menjawab. 

 

Kategori
blog bola Piala Dunia

Meksiko dan Brasil Cari Pengganti Tata dan Tite

Dua negara yang gagal di Qatar 2022, Meksiko dan Brasil, sedang menimbang-nimbang para calon pengganti mantan pelatih mereka yang telah mundur, Tata Martino dan Tite.

Meksiko dan Brasil tampak sedang serius mempelajari para kandidat arsitek tim mereka menuju turnamen berikutnya di tahun depan. Tata Martino dan Tite telah gagal membawa El Tri dan Samba ke pencapaian yang lebih baik. Meksiko dan Brasil adalah dua tim yang termasuk tersingkir lebih awal daripada seharusnya. Hirving Lozano cs tak mampu lolos dari fase grup, yang merupakan kegagalan pertama mereka sejak edisi piala dinai 1978. Di lain pihak, Selecao malah tampil memalukan di perempatfinal usai disingkirkan oleh Kroasia lewat adu penalti. Babak tos-tosan yang seharusnya jadi andalan tim Samba. Mereka tumbang 2-4 setelah bermain imbang sama kuat dengan skor 1-1. Meksiko dan Brasil pun kini mencari figur yang lebih muda dengan cukup pengalaman mengingat kebutuhan akan mengembangkan para punggawa muda yangs sejatinya cukup menjanjikan.

JAGO TEBAK SKOR? MAIN DI W88

 

Meksiko dengan Empat Kandidat Utama

FMF (PSSI-nya Meksiko) yang diwakili oleh Presidennya, Yon de Luisa dan Direktur Olahraga El Tri, Jaime Ordiales menyatakan bahwa mereka akan melakukan perubahan struktural dalam kepemilikan klub, promosi dan degradasi dan jumlah pemain asing di Liga MX demi membangun dan mengembangkan timnas,

Sejauh ini, ada empat kandidat yang jadi sorotan. Mereka adalah pelatih Pachuca, Guillermo Almada, eks pelatih tim Sombrero di piala dunia 2014, Miguel Herrera, pelatih Toluca, Ignacio Ambriz serta mantan kapten tim, Rafael Marquez.

Guillermo Almada merupakan kandidat terkuat saat ini. Pelatih Pachuca ini baru saja memenangkan gelar liga domestik bagi klubnya tahun ini. Sebelumnya arsitek tim asal Uruguay ini pernah menangani klub liga MX lainnya, Santos Laguna, Barcelona SC asal Ekuador  serta klub lokal River Plate Montevidio. Almada juga penah memberikan gelar juara liga Ekuador di 2016.

Sementara itu, Miguel Herrera adalah sosok berpengalaman. Ia pernah memimpin Rafael Marquez dan kolega di piala dunia 2014. Saat itu langkah mereka di babak 16 besar dihentikan oleh Belanda lewat penalti kontroversial. Selain itu, pelatih yang kerap dipanggil Piojo ini pernah menenangkan gelar liga domestik untuk klub America dan Piala Emas CONCACAF di 2015 bagi El Tri.

Calon lainnya, Ignacio Ambriz merupakan sosok pelatih baru mencuat dalam beberapa tahun terakhir. Eks kapten El Tri di Piala Dunia 1994 merupakan penerus Piojo di Club America dan memberikan gelar Liga Champions CONCACAF 2016. Arsitek klub Toluca ini dikenal mampu mengandalkan materi pemain yang tidak istimewa dan memoles timnya menjadi pengganjal tim-time elit. Musim ini ia membawa klubnya lolos ke final Piala Meksiko.

Sementara kandidat terakhir adalah Rafael Marquez yang baru saja pensiun dari timnas dan kini melatih tim Barcelona B. Eks kapten El Tri ini tampil di lima edisi piala dunia berturut-turut sejak 2002 hingga 2018 lalu. Pengalamannya memperkuat Monaco dan Barcelona sebagai pemain tentu sangat berguna. Pasang taruhan anda untuk laga semifinal piala dunia 2022 di link alternatif W88.

Brasil Incar Pep Guardiola

Dari kubu Selecao, CBF tampaknya mulai terbuka dengan ide meminang pelatih asing untuk menangani tim Samba yang mengalami stagnansi performa di piala dunia. Seperti diketahui, Brasil tidak pernah mampu lolos ke empat besar sejak edisi 2006 kecuali saat menjadi tuan rumah di 2014 lalu yang berujung dengan kekalahan telak memalukan dari Jerman di semifinal. Sosok yang diincar pun tidak tanggung-tanggung yaitu pelatih ternama Manchester City, Pep Guardiola.

Eks pelatih Barcelona dan Bayern ini memang sempat menunjukkan ketertarikannya unuk menangani timnas di masa depan. Hal ini diungkapkan sebelum memperpanjang kontrak dengan The Citizens hingga Juni 2025. Brasil pun tampaknya tidak masalah jika harus menunggu, setidaknya hingga musim panas 2023 dimana babak kualifikasi piala dunia 2026 akan dimulai. Pendekatan intensif kemungkinan akan dimulai dalam waktu dekat meski CBF harus menyediakan dana yang tidak sedikit untuk mengontraknya.

Sedangkan nama lain yang dipertimbangkan adalah pelatih berkebangsaan Portugal yang sukses menjuarai Copa Libertadores dua musim berturut-turut di 2020 dan 2021 bersama Palmeiras, Abel Ferreira. Sayangnya, ia masih nyaman dengan klubnya. Ironisnya belum ada nama-nama lain yang berasal dari Brasil sendiri. Selama ini, Brasil selalu ditangani oleh pelatih lokal saat berlaga di piala dunia. Sebuah hal yang sejatinya lumrah dikalangan negara-negara yang kental kultur sepakbolanya.

 

 

Kategori
blog bola Piala Dunia

Seputar Qatar 2022: Sanksi Membayangi Lima Tim, Stadion 974 Siap Dibongkar, Kematian Wartawan AS

Minggu ketiga Piala Dunia 2022 diwarnai ancaman sanksi bagi lima tim, pembongkaran stadion 974 hingga kematian misterius wartawan AS saat bertugas.

Berbagai cerita menarik diluar lapangan hadir menjelang babak akhir piala dunia Qatar 2022 ini. Yang paling santer adalah ancaman sanksi dari FIFA bagi lima tim yaitu Serbia, Kroasia, Uruguay, Belanda dan Argentina. Dua negara terakhir memang bukan hanya terlibat dalam pertarungan sengit di dalam lapangan tapi juga mencekam di pinggir lapangan saat mereka bersua di perempatfinal hari jumat lalu. Dua berita lainnya membahas tentang stadion terunik 974 yang sudah dibongkar usai laga 16 besar dan kabar mengejutkan mengenai wafatnya wartawan kontroversial AS yang sedang bertugas, Grant Wahl.

JAGO TEBAK SKOR? MAIN DI W88

Sanksi FIFA Menanti Lima Tim

Lima tim nampaknya tengah menanti sanksi dari FIFA menyusul berbagai insiden yang terjadi di lapangan dalam setidaknya tiga pertandingan. Sejauh ini, baru Kroasia, Serbia yang sudah dipastikan mendapat sanksi denda menyusul Arab Saudi yang dijatuhi sanksi denda sebesar 30 ribu Swiss Franc akibat akumulasi enam kartu kuning saat Elang Hijau mengalahkan Argentina 2-1 di laga perdana.

Kroasia dan Serbia masing-masing harus menanggung denda masing-masing sebesar 50 ribu dan 20 ribu atas aksi supporter dan tim mereka. Pendukung Kroasia meneriakkan yel-yel ‘Borjan adalah orang Ustasha’ serte membentangkan spanduk bergambar logo pembuat traktor John Deere dan mengganti slogan marketingnya untuk menyindir Milan Borjan, kiper timnas Kanada yang dihadapi Kroasia di laga kedua. Borjan memiliki darah Serbia meski dilahirkan di Kroasia. Ia dan keluarganya meninggalkan kampung halamannya di Knin di tahun 1995 ketika kota tersebut dikuasai oleh tentara Kroasia dalam Operasi Badai ketika Perang Balkan berkecambuk disana. Etnis Serbia merupakan musuh bebuyutan Kroasia dan Bosnia selama perang itu berlangsung. Sentimen negatif tersebut melanggar pasal ke 16 dalam Regulasi FIFA tentang Kedisplinan.

Sedangkan tim Serbia dijatuhi denda karena menggantung spanduk ‘Tidak Menyerah’ di dalam ruang ganti pemain sebelum laga pertama versus Brasil dengan gambar Kosovo, bekas propinsi Serbia yang kini telah merdeka dan dibawah lindungan NATO. Serbia dipaksa mundur dari wilayah tersebut usai serangan militer terhadap pasukannya di akhir dekade 1990an. Walaupun telah mendapat pengakuan kemerdekaan dari AS dan Inggris, Serbia menolak mengakui mereka, yang parahnya juga didukung oleh Rusia dan China.

Selain dua tim Balkan tersebut, Uruguay juga terancam mendapat sanksi berat usai laga melawan Ghana yang membuat mereka tersingkir karena hanya menang 2-0 atas Andre Ayew dkk. Sejumlah pemain La Celeste memprotes wasit usai pertandingan dengan dua pemain yang paling disorot, yaitu bek Atletico Madrid Jose Gimenez yang sengaja melayangkan protes didepan kamera serta penyerang senior Edison Cavani yang mendorong meja VAR. Meski begitu belum ada konfirmasi mengenai jenis hukuman yang akan diberikan dari FIFA. Kemungkinan hal itu baru diputuskan saat piala dunia usai.

Yang paling terakhir adalah Belanda dan Argentina yang terlibat laga mencekam. Partai ini bukan hanya menghasilkan 17 kartu kuning dan 1 kartu merah namun juga terjadi perang mulut dan provokasi antar kedua pemain dalam beberapa kesempatan, termasuk di akhir laga. 10 pemain Albiceleste mendapatkan kartu kuning. Satu kartu merah diberikan kepada Denzel Dumfries. Sementara perang mulut melibatkan Leandro Paredes, Virgil Van Dijk dan beberapa pemain di bangku cadangan tim Oranje saat Paredes menendang bola dengan sengaja ke arah bangku cadangan pemain Belanda. Ia pun didorong oleh sang kapten Van Dijk hingga terjatuh. Insiden kedua  terjadi saat Lautaro Martinez yang hendak menendang penalti diprovokasi oleh empat pemain Belanda saat berjalan menuju titik putih. Sedangkan yang terakhir, kapten Messi sendiri membalas provokasi terhadap rekannya kepada pelatih kepala tim Oranye Louis Van Gaal sebelum dilerai oleh eks gelandang Barcelona, Edgar Davids yang menjadi salah satu asisten Van Gaal. FIFA akan melakukan investigasi terhadap laga tersebut hingga tuntas sebelum menjatuhkan sanksi kepada kedua tim. Pasang taruhan anda untuk laga-laga timnas Argentina di Piala Dunia 2022 di link alternatif W88.

Stadion 974 Bakal Dibongkar

Stadion bongkar pasang 974 bakal siap dibongkar dalam dua minggu kedepan. Menurut rencana, stadion yang berkapasitas lebih dari 44 ribu penonton dan terbuat dari tumpukan kontainer ini dijadikan venue untuk peragaan busana dan konser sebelum dibongkar.

Panitia penyelenggara Piala Dunia 2022 belum memberikan skenario pasti tentang rencana berikutnya untuk materi stadion tersebut untuk menghindari polusi karbon. Ada sejumlah skenario yang disarankan demi menjalankan komitmen pembangunan ramah lingkungan bagi materi stadion yang hanya menggelar laga-laga dimalam hari karena tidak dilengkapi oleh fasilitas AC di dalam stadion. Salah satu yang paling memungkinkan adalah mengirim materi stadion tersebut ke Uruguay yang berjarak kurang lebih sekitar 13 ribu km, atau lebih dari jarak yang disarankan yaitu 7,033 km untuk sekali penggunaan kembali demi kelestarian lingkungan. Skenario lainnya adalah menggunakan materi tersebut di jazirah Arab atau di Qatar sendiri untuk jenis bangunan lainnya.

Kematian Mendadak Wartawan AS

Satu berita mengejutkan muncul di laga Belanda vs Argentina saat wartawan kontroversial AS, Grant Wahl, yang dikenal pro LGBT meninggal dunia saat sedang bertugas meliput laga perempatfinal tersebut. Ia harus dilarikan ke rumah sakit dari stadion Lusail oleh tim medis setelah merasa sakit sebelum laga usai. Wartawan berusia 48 tahun itu sempat berobat di klinik setempat pada tanggal 5 Desember setelah merasa lelah dan tidak enak badan karena harus bertugas tiga minggu nyaris tanpa henti. Tingkat stress tinggi dan jam tidur yang minim menjadi penyebabnya setelah sempat merasa demam.

Grant Wahl menjadi pusat perhatian setelah sempat dilarang masuk Qatar pada tanggal 21 November karena mengenakan atribut pelangi pro LGBT sebagai bentuk dukungan terhadap adiknya, Eric, yang merupakan bagian dari kaum tersebut. Eric merasa kematian mendadak kakaknya bukan karena sakit karena ia mendapat ancaman pembunuhan beberapa hari sebelumnya. Wartawan berusia 48 tahun tersebut merupakan reporter sepakbola kawakan di AS. Ia sempat mengkritik keras petinggi pemerintahan kerajaan Qatar, Nasser Al-Khater mengenai pernyataannya tentang para pekerja migran yang tewas saat persiapan menuju piala dunia. Wahl merupakan wartawan independen yang sempat bekerja untuk CBS Sports dan Sports Illustrated sebelum dipecat pada tahun 2020 karena memprotes pemotongan gaji akibat pandemi COVID.

 

Kategori
blog bola Piala Dunia

Babak 16 Besar: Prancis dan Inggris Melenggang Mulus

Hari kedua babak 16 besar didominasi oleh keberhasilan Prancis dan Inggris melaju tanpa hadangan berarti ke babak berikutnya.

Dua tim unggulan, Prancis dan Inggris melenggang mudah tanpa hambatan di babak 16 besar untuk menyisihkan lawan-lawannya. Kedua tim bakal bertarung di perempat final akhir pekan nanti. Pertemuan antara Prancis dan Inggris nanti menandakan laga klasik antar tim elit ketiga di piala dunia Qatar 2022 ini setelah Spanyol vs Jerman dan Belanda vs Argentina. Berikut ulasan dua laga perdelapanfinal yang digelar tadi malam:

JAGO TEBAK SKOR? MAIN DI W88

Prancis dan Inggris Melaju Tanpa Hambatan

Tim Ayam Jantan tampaknya masih terlalu tangguh untuk Polandia. Sang juara bertahan tidak kesulitan untuk menghantam Robert Lewandowski cs dengan skor 3-1. Les Blues unggul lewat gol dari Olivier Giroud di menit ke 44. Ini adalah gol ketiga penyerang AC Milan tersebut selama turnamen berlangsung. Di babak kedua Kylian Mbappe menunjukkan kelasnya dengan memborong dua gol masing-masing di menit ke 74 dan 91. Polandia hanya bisa mencetak gol hiburan melalui titik penalti yang kali ini dieksekusi dengan baik oleh Lewy. Sebelumnya tim Orly memiliki beberapa peluang untuk mengancam gawang Hugo Lloris namun hanya melebar saja.

Dengan tambahan koleksi dua gol ini, Mbappe pun nangkring di daftar top skor piala dunia 2022 dengan lima gol. Penyerang PSG ini tampaknya bakal tidak terbendung untuk meraih penghargaan Sepatu Emas nantinya karena Prancis masih baru saja melewati babak 16 besar, dimana jika mampu lolos ke partai puncak, masih ada tiga laga lagi bagi Les Blues. Pasang taruhan untuk laga tim Prancis berikutnya di link w88 Indonesia.

Prancis vs Polandia 3-1

Gol: Olivier Giroud (44), Kylian Mbappe (74, 91); Robert Lewandowski (pen) (90+8)

Prancis: Hugo Lloris; Dayot Upamecano, Raphael Varane, Theo Hernandez, Jules Kounde (Axel Dsassi  91); Aurelien Thcoameni (Youssouf Fonana 72), Adrien Rabiot ; Antoine Griezmann, Kylian Mbappe, Ousmane Dembele (Kingsley Coman 76); Olivier Gioud (Marcus Thuram 76)

Polandia: Wojcech Szcieszniy; Matty Cash, Kamil Gik, Jakub Kiwior (Jan Bednarek 87), Bartosz Berezyinski ; Gregorz Krychowiak (Krystian Bielik 71), Jakub Kaminski (Nicola Zalewski 71), Pietro Zielinski, Sebastian Szymanski (Arkdiusz Milik 64), Przemyslaw Frankowski (Kamil Grosicki 87); Robert Lewandowski.

Tembakan ke gawang Tembakan melenceng Tembakan diblok Penyelamatan kiper
Prancis 8 5 3 1
Polandia 5 4 5 5

 

Kane Pecah Telur

Sementara itu, top skor piala dunia 2018, Harry Kane akhirnya mampu mencetak gol perdananya di Qatar 2022 usai membobol gawang Senegal. Sebelumnya, kapten dan penyerang Spurs ini hanya berkontribusi tiga umpan gol selama babak penyisihan. Golnya hadir di menit ke 45 setelah gol pembuka yang dicetak oleh Jordan Henderson sebelum gol penutup yang diciptakan oleh Bukayo Saka. Inggris pun menang 3-0 atas Singa Teranga nyaris tanpa hambatan. Sejatinya, anak asuhan Aliou Cisse sempat memiliki dua peluang emas sebelum kebobolan namun bola hanya melambung tipis  diatas mistar dan diblok oleh kiper Jordan Pickford.

Inggris vs Senegal 3-0

Gol: Jordan Henderson (38), Harry Kane (45), Bukayo Saka (57)

Inggris: Jordan Pickford; Harry Maguire, Luke Shaw, Kyle Walker, John Stone (Eric Dier 77); Declan Rice, Jude Bellingham (Mason Mount 76), Jordan Henderson (Kalvin Phillips 82) ; Phil Foden (Jack Grealish 65), Bukayo Saka (Marcus Rashford 65), Harry Kane

Senegal: Edouard Mendy; Abdou Diallo, Kalidou Koulibaly, Sabaly, Ismaila Jakobs (Fode Ballo-Toure 84); Mendy, Pathe Ciss (Pape Gueye 46), Krepin Diatta (Pape Sarr 46), Ismaila Sarr, Illman Ndiaye (Bamba Dieng 46); Boulaye Dia (Famara Diedhiou 72)

Tembakan ke gawang Tembakan melenceng Tembakan diblok Penyelamatan kiper
Inggris 4 4 0 1
Senegal 1 5 4 1

Prancis dan Inggris akan berhadapan di stadion Al Bayt pada tanggal 11 Desember. Duel ini nanti merupakan yang ketiga kalinya dalam sejarah keikutsertaan mereka di ajang terakbar empat tahunan ini. Sebelumnya mereka bersua di edisi 1966 dan 1982. Uniknya, The Three Lions tidak terkalahkan saat bertemu tim Ayam Jantan di piala dunia. Tak pelak, partai antara Prancis dan Inggris bakal menjadi pusat perhatian dan bukan tidak mungkin menjadi salah satu laga klasik di piala dunia tahun ini.

Kategori
blog bola Piala Dunia

Seputar Qatar 2022: Idola Baru Korsel hingga Rekor Penonton Terbanyak

Fase grup piala dunia 2022 diwarnai oleh berbagai cerita menarik mulai dari munculnya idola baru Korsel hingga laga dengan rekor penonton terbanyak.

Sejumlah fakta menarik muncul selama fase grup digelar. Hal ini bukan hanya berkaitan dengan peristiwa di dalam lapangan namun juga hal-hal diluar lapangan. Ada isu politik, sosial hingga kesehatan muncul di permukaan. Beberapa hal memang berkaitan dengan hasil pertandingan yang tentunya melahirkan idola baru di lapangan, namun beberapa yang lain lebih berkaitan dengan isu hingga kontroversi yang merebak di sejumlah negara peserta piala dunia.

JAGO TEBAK SKOR? MAIN DI W88

Hadirnya Idola Baru dari Korsel

Nama Son Heung-min telah menjadi ikon timnas Korsel selama beberapa tahun. Hal itu tak lepas dari prestasinya di liga Eropa, terutama sejak memperkuat Tottenham Hostpur di liga Inggris dalam beberapa tahun terakhir yang telah memberikannya sejumlah penghargaan mulai dari pencetak gol terbaik versi FIFA di tahun 2021 dan top skor Liga Inggris di musim 2021/22. Kini ia harus bersiap-siap mendapat saingan yang mendadak menjadi idola baru di negaranya, terutama kaum hawa, yaitu striker Cho Gue-sung.

Cho mencuat setelah mencetak dua gol saat melawan Ghana di laga kedua lalu. Wajahnya yang rupawan dan bahkan dianggap mirip dengan aktor Park Seo-joon telah menjadi pusat perhatian. Akun Instagramnya mendadak kebanjiran followers dari 20 ribu menjadi lebih dari 1,3 juta usai laga versus Ghana tersebut. Tak hanya itu, calon idola baru Kesatria Taeguk ini juga mulai dilirik oleh klub Eropa. Salah satunya adalah klub asal Turki yang juga mantan klub bek Kim Min-Jae yang telah hijrah ke Napoli, Fenerbahce. Bukan tidak mungkin striker Jeonbuk Motors ini akan merumput di benua biru tahun depan. Cho sejauh ini telah membawa klubnya meraih gelar ganda di tahun 2020 dan menjadi top skor K-League di tahun 2022. Pasang taruhan anda untuk laga-laga timnas Korsel di Piala Dunia 2022 di link alternatif W88.

Pemain Iran dibawah Ancaman Politik

Berita mengejutkan datang dari timnas Iran yang terancam akan mendapat sanksi dari pemerintah menyusul kegagalan mereka lolos ke babak berikutnya. Yang lebih menyakitkan adalah mereka harus tersingkir karena takluk 0-1 dari musuh politiknya, Amerika Serikat. Hal ini diungkapkan oleh mantan agen CIA Mike Baker.

Tim Melli datang ke piala dunia diliputi oleh isu HAM menyusul terbunuhnya wanita muda berusia 22 tahun, Mahsa Amini oleh aparat keamanan setempat menyusul tindakannya yang tidak menggunakan hijab dengan benar di bulan September lalu yang memicu protes di seluruh negeri dengan korban jiwa sebanyak 451 orang dan 18 ribu ditahan. Para pemain pun menunjukkan dukungannya dengan tidak menyanyikan lagu kebangsaan di laga perdana versus Inggris.

Hal itu ternyata berbuntut pada ancaman siksaan hingga kehilangan nyawa terhadap keluarga dan kerabat para pemain timnas jika mengulangi aksi demonstratif tersebut di laga kedua. Benar saja, di laga versus Wales dan AS, para pemain mendadak menyanyikan lagu kebangsaan dengan lantang dan penuh semangat. Hal yang mengindikasikan bahwa kabar ancaman tersebut adalah nyata.

Aksi Demonstratif Timnas Jerman

Aksi demonstratif sebelum laga dimulai juga dilakukan oleh tim Panser dengan menutup mulut saat sesi pemotretan tim di laga perdana melawan Jepang. Hal ini dilakukan sebagai bentuk protes kepada FIFA karena mereka tidak diizinkan memakai ban kapten ‘OneLove’ demi mendukung eksistensi kaum LBGT yang tidak diakui di Qatar. Sayangnya, aksi tersebut yang diharapkan menginspirasi negara lain dan membuat mereka menjadi idola baru sepakbola modern karena sikapnya terhadap kaum liyan tersebut malah ditanggapi negatif. Bahkan di laga tersebut, Manuel Neuer cs malah dibekuk tim Samurai Biru 1-2. Tak pelak, Die Mannschaft pun dicibir oleh para netizen yang terlalu fokus terhadap isu kampanye tersebut hingga melupakan taktik timnya demi tampil apik di laga-laga selanjutnya. Jerman pun kembali membuat catatan suram di piala dunia, tersingkir di babak penyisihan di dua edisi berturut-turut.

Laga dengan Rekor Penonton Terbanyak

Selain isu politik dan sosial, fase grup Qatar 2022 juga diwarnai dengan pertandingan dengan rekor penonton terbanyak dalam 28 tahun. Laga tersebut adalah partai Argentina vs Meksiko di grup C yang digelar di stadion Lusail internasional dengan jumlah penonton mencapai 88966 orang. Jumlah tersebut cukup fenomenal mengingat laga dengan rekor penonton tertinggi berikutnya terjadi di final edisi piala dunia 1994. Duel antara Brasil dan Italia yang digelar di stadion Rose Bowl, Pasadena tersebut mampu menyedot 91.194 penonton. Namun jumlah itu belum seberapa dibandingkan partai puncak di edisi 1950 di Maracana. Laga antara Brasil dan Uruguay tersebut tercatat sebagai laga dengan rekor penonton terbanyak dalam sejarah kompetisi ini karena mampu menampung 173.850 orang di venue tersebut.

Ancaman Wabah Flu di Markas Tim Oranje

Kabar menarik terakhir yang muncul secara mengejutkan datang dari markas latihan timnas Belanda. Tim Oranje kini sedang dalam kemungkinan ancaman wabah flu yang telah menimpa dua punggawanya, Frankie De Jong dan Martin de Roon. Belum ada konfirmasi mengenai jenis flu apa yang sedang melanda skuad Louis Van Gaal ini namun kedua pemain tersebut merasakan gejala yang sama, demam dan sakit tenggorokan. Sang pelatih sendiri tidak menjelaskan lebih jauh kondisi di dalam skuadnya namun Virgil Van Dijk cs tidak melakukan latihan 11 lawan 11 di sesi latihan terakhir dengan alasan untuk menginstirahatkan para pemainnya.

Kategori
blog bola Piala Dunia

Laga Kedua Grup C, D, E : Semua Berpeluang Lolos

Grup C, D, E telah menyelesaikan laga keduanya yang membawa semua tim berpeluang lolos untuk tiket yang tersisa, kecuali Prancis.

Di grup C, tim yang kesulitan di laga perdana, Argentina dan Polandia meraup hasil positif yang membuat berpeluang lolos masih terbuka sekaligus bersaing dengan Arab Saudi dan Meksiko. Di grup D, juara bertahan Prancis memastikan diri untuk melaju ke babak berikutnya sedangkan tiga tim lainnya, harus berjibaku di laga pamungkas untuk satu tempat tersisa. Hal yang sama juga terjadi di grup E saat Spanyol, Jepang, Kosta Rika dan Jerman masih berpeluang lolos. Mereka akan memperebutkan dua tiket menuju perdelapanfinal. Berikut review laga-laga tersebut.

JAGO TEBAK SKOR? MAIN DI W88

Semua Tim Berpeluang Lolos di Grup C

Polandia vs Arab Saudi 2-0

The Green Falcons kini dalam posisi yang pelik setelah takluk dari Polandia 0-2. Mendominasi jalannya laga dengan percaya diri usai kemenangan mengejutkan di laga perdana, Salem Al Dawsari dkk dibuat frustasi menebus pertahanan rapat tim Orly meski turun dengan 4-3-3. Namun yang terjadi justru mereka kebobolan lewat tendangan Piotr Zielinski memanfaatkan umpan dari Robert Lewandowski sebelum penyerang Barcelona itu mencetak gol sendiri di babak kedua memanfaatkan kesalahan bek Arab Saudi di mulut gawang. Tim besutan Herve Renard sejatinya memiliki peluang menyamakan kedudukan lewat tendangan penalti sang kapten Al Dawsari. Sayangnya, tembakannya ditepis kiper Wojcech Szcziesny menjelang babak pertama usai. Dengan hasil ini, Polandia hanya memerlukan hasil imbang untuk lolos sementara kekalahan akan memaksa mereka harus menunggu hasil laga lain untuk menentukan nasibnya. Sedangkan Arab Saudi membutuhkan kemenangan untuk bisa melaju.

Argentina vs Meksiko 2-0

Tim Tango akhirnya lolos dari lubang jarum pertama usai menundukkan El Tri 2-0. Laga berlangsung dengan tempo lambat. Di babak pertama, Meksiko memiliki sejumlah peluang lewat tendangan bebas Alexis Vega yang berhasil diitangkap oleh kiper Emi Martinez. Messi sendiri memiliki peluang lewat tendangan bebas di babak pertama sebelum ditepis oleh kiper Ochoa. Di babak kedua, gol yang ditunggu-tunggu tiba saat La Pulga menembak bola ke sisi kiri gawang tim Sombrero. Argentina pun kian percaya diri untuk menekan lawan. Sedangkan gol kedua diciptakan oleh gelandang muda Benfica, Enzo Fernandez usai memaksimalkan umpan Messi. Hasil ini membuat peluang anak asuhan Lionel Scaloni untuk lolos sebagai juara gup terbuka. Sedangkan hasil seri akan membuat penentuan tim yang lolos bergantung pada gol agregat.. Pasang taruhan untuk laga Albiceleste berikutnya di link alternatif W88.

Prancis Pastikan Lolos Pertama di Grup D

Tunisia vs Australia 0-1

Ini adalah salah satu laga yang membosankan di edisi kali ini. Kedua tim sama-sama menyerang tanpa arah. Gol yang dinanti akhirnya datang di babak kedua saat pe Mitchell Duke memanfaatkan bola crossing dari sisi kiri untuk membuat satu-satunya gol di partai ini. Hasil ini tetap membuat Socceroos berpeluang lolos ke babak 16 besar asalkan tidak sampai kalah dari Denmark nantinya.

Prancis vs Denmark 2-1

Di lain pihak, juara bertahan Prancis menjadi tim pertama yang memastikan lolos ke 16 besar usai unggul tipis 2-1 atas tim Dinamit. Sang bintang muda Kylian Mbappe yang memborong dua golnya. Sedangkan, Chrstian Eriksen cs hanya bisa membalas sekali saja via tandukan keras Andreas Christensen. Hasil ini tentu sangat merugikan Denmark. Namun mereka tetap berpeluang lolos asal mampu mengatasi Australia di laga pamungkas.

Jerman dan Jepang Dalam Bahaya di Grup E

Jepang vs Kosta Rika 0-1

Tim Samurai Biru ternyata bernasib sama dengan Arab Saudi, yaitu tumbang di laga kedua setelah kemenangan mengejutkan atas tim raksasa. Kali ini mereka dibekuk Kosta Rika 0-1 lewat gol tunggal Keyshane Fuller menjelang laga usai. Daichi Kamada dkk memiliki sejumlah peluang namun digagalkan oleh rapatnya barisan pertahanan El Ticos plus penampilan apik Keylor Navas. Hasil ini memaksa Jepang untuk meraih kemenangan atau setidaknya bermain imbang di laga terakhir, sembari berharap Kosta Rika atau Jerman tidak menang besar di laga lainnya.

Spanyol vs Jerman 1-1

Laga di fase grup yang paling ditunggu akhirnya berakhir sesuai prediksi, sama kuat 1-1. Pertandingan ini berjalan ketat dan kedua tim berusaha saling ganjal di lini tengah. Di babak pertama, kubu tim Panser sempat mencetak gol lewat tandukan Antonio Rudiger, namun dianulir. Sebelumnya Dani Olmo memiliki peluang menjebol gawang Jerman, namun sukses digagalkan oleh Neuer. Gawang kapten yang memperkuat Bayern ini akhirnya bobol di babak kedua setelah sontekan Alvaro Morata menghujam gawang.

Pelatih Hans Flick harus melakukan pergantian pemain dengan memasukkan Leroy Sane dan Niklas Fullkrung. Akhirnya striker Werder Bremen lah yang mampu mencetak gol balasan di menit ke 83 memanfaatkan umpan sodoran dari Jamal Musiala. Hasil ini memaksa Die Mannschaft untuk menang besar di laga terakhir sambil berharap Jepang tidak mampu menang atas tim Matador.

Kategori
blog bola Piala Dunia

Laga Grup E dan F : Beda Tim Unggulan, Beda Nasib

Grup E dan F telah menyelesaikan laga perdananya dengan hasil yang berbeda antara satu tim unggulan dan yang lain. 

Empat laga di grup E dan F sejatinya melibatkan para tim unggulan yaitu dua mantan juara dunia, Jerman dan Spanyol, runner-up empat tahun lalu, Kroasia dan peringkat ketiga di Rusia 2018 yang sempat hampir empat tahun lamanya memimpin ranking FIFA, Belgia. Namun, keempatnya mendapatkan hasil yang berbeda satu sama lain dimana hanya dua negara dari masing-masing grup E dan F yang memperoleh hasil positif dalam pertandingan kemarin. 

JAGO TEBAK SKOR? MAIN DI W88

Hasil Laga Perdana Grup E dan F

Grup E

Jerman vs Jepang 1-2

Juara dunia empat kali Jerman kembali tersungkur di laga pertama seperti empat tahun lalu. Die mannschaft yang turun dengan formasi 4-2-3-1 benar-benar harus membayar mahal kegagalannya memanfaatkan peluang demi peluang menjadi gol di laga ini. Bermain ofensif dengan penguasaan bola sejak menit pertama, mereka seharusnya mencetak banyak gol terutama dari sejumlah peluang yang dibuang Jamal Musiala, Serge Gnabry dan Kai Havertz. Gol yang lahir justru dicetak lewat tendangan 12 pas yang dieksekusi dengan baik oleh Ilkay Gundogan. Di babak kedua, kiper Shuichi Gonda melakukan penyelamatan beruntun gemilang sebelum akhirnya anak asuhan Hajime Moriyasu yang melakukan perubahan taktik di babak kedua dari 4-2-3-1 ke 3-4-2-1 mampu membalas dua gol. Uniknya, dua gol tersebut lahir dari pemain pengganti yang merumput di Bundesliga, Ritsu Doan yang memperkuat Freiburg dan Takuma Asano yang bermain di Bochum. Hans Flick harus memutar otak untuk dua laga berikutnya, terutama di laga kedua yang krusial saat berjumpa Spanyol. Pasang taruhan untuk laga tim Panser berikutnya di link W88 Indonesia. 

Spanyol vs Kosta Rika 7-0

Lain Jerman, lain pula tim Matador. Anak asuhan Luis Enrique ini bisa dibilang menang mudah dengan skor besar 7-0 lawan Kosta Rika yang mulai renta dengan masih mengandalkan sebagian besar skuad di edisi 2014. Mereka mendominasi laga sepenuhnya dan sudah unggul 3-0 di babak pertama lewat gol dari Dani Olmo, Marco Asencio dan Ferran Torres yang jadi trio di lini depan. Di babak kedua, Spanyol belum membombardir Keylor Navas dkk dengan menambah empat gol lagi dari Ferran Torres, Gavi, Carlos Soler dan penyerang senior Atletico Madrid Alvaro Morata, Langkah Spanyol ke laga berikutnya praktis lebih ringan. 

Grup F

Maroko vs Kroasia 0-0

Luka Modric dan kolega mengalami nasib yang berbeda dari dua kampiun diatas. Mereka memang tidak sampai tersungkur namun juga gagal mencetak gol. Vatreni yang turun dengan formasi 4-3-3 yang juga diusung Maroko, gagal memaksimalkan sejumlah peluang dari Ivan Perisic dan Luka Modric sendiri dimana tendangan spekulasinya melayang diatas mistar. Selain itu, setidaknya dua peluang lain digagalkan oleh penampilan apik kiper Maroko yang jadi andalan Sevilla, Yassine Bounou. Kedua tim masih berpeluang untuk melaju ke babak berikutnya. 

Belgia vs Kanada 1-0

Sedangkan Belgia yang bertanding di slot jam terakhir harus dibuat kerepotan menahan laju serangan Kanada sebelum akhirnya mencetak gol sebelum babak pertama usai lewat tendangan penyerang Besiktas, Mitchy Batsuayi. Kanada yang turun dengan formasi yang sama dengan De Rode Duivels, 3-4-2-1, mampu mengancam dan menekan wakil benua Eropa tersebut di babak pertama. Bahkan tim besutan John Herdman berpeluang mencetak gol terlebih dahulu lewat tendangan penalti. Sialnya, eksekusi bek sayap Bayern, Alphonse Davies berhasil digagalkan kiper nomor satu Real Madrid, Thibault Cortois yang tampil cemerlang dalam pertandingan tersebut. Spanyol dan Belgia pun jadi unggulan grup E dan F yang terhindar dari hasil kurang memuaskan bagi para fansnya.

Kategori
blog bola Piala Dunia

Seputar Qatar 2022: Upacara Pembukaan yang Megah, Stadion Melompong Sebelum Usai

Hari pertama piala dunia 2022 diwarnai dengan upacara pembukaan yang megah hingga penonton yang menghilang saat laga masih belum usai.

Piala dunia 2022 akhirnya dibuka dan antusiame publik baik dari pendukung tuan rumah maupun Ekuador dan fans lain yang hadir di stadion tampak sesuai ekspektasi di awal. Pembukaan yang megah di stadion Al-Bayt untuk piala dunia yang berbiaya termahal sejauh ini, sekitar lebih dari 220 milyar dollar AS, tampaknya terbayarkan dengan kehadiran para selebritas dunia seperti aktor senior Hollywood, Morgan Freeman dan penyanyi grup K-Pop, BTS, Jungkook plus atraksi yang meriah.

Sayangnya, antusiasme itu perlahan mulai hilang ketika pertandingan pembuka antara tuan rumah Qatar dan Ekuador dimulai. Penampilan Hassan Al-Haydos dkk yang mengecewakan dinilai menjadi salah satunya. Namun yang lebih mengejutkan lagi adalah berkurangnya penonton yang hadir di venue megah di kota Al Khor ini saat babak kedua hingga klimaksnya jumlah penonton yang hadir berkurang lebih dari 50 persen sebelum peluit panjang dibunyikan! Ada apa ini?

JAGO TEBAK SKOR? MAIN DI W88

Upacara Pembukaan yang Spektakuler

Tak bisa dipungkiri, upacara pembukaan piala dunia 2022 yang ditunggu-tunggu oleh publik memang sesuai ekspektasi. Pertunjukan spektakuler selama 30 menit benar-benar memanjakan mata fans, baik 67,372 penonton hadir di acara sebelum laga pembuka ini maupun para pemirsa di televisi di seluruh dunia.

Upacara pembukaan Qatar 2022 sendiri menampilkan atraksi dalam delapan bagian yang menampilkan 32 jersey raksasa dari tim peserta bersama ratusan para penari, kemudian seluruh maskot raksasa piala dunia sebelumnya yang diikuti oleh kemunculan maskot edisi kali ini, La’eeb. Aktor film ternama Morgan Freeman berperan sebagai pemandu acara sekaligus narator beberapa cuplikan video, termasuk tentang kisah sepakbola Qatar di masa lalu, setelah kemunculan penyanyi K-Pop yang juga merupakan personal grup band BTS, Jungkook yang menampilkan salah satu lagu resmi berjudul ‘Dreamers’, bersama dengan penyanyi lokal Fahad Al Kubaisi dan diikuti oleh sambutan pendek dari Emir Qatar serta presiden FIFA, Gianni Infantino. Atraksi ditutup dengan parade kembang api dan kemunculan trofi piala dunia raksasa sebelum laga Qatar vs Ekuador dimulai. Pasang taruhan anda untuk laga-laga tim tuan rumah di Piala Dunia 2022 di link alternatif W88.

Misteri Hilangnya Sebagian Penonton Di Babak Kedua

Sayangnya, antusiame publik mulai berubah saat laga dimulai. Tim tuan rumah yang diasuh oleh pelatih asal Spanyol, Felix Sanchez, malah tampil grogi dan tertekan. Mereka sudah kebobolan saat laga baru berjalan kurang dari 5 menit ketika Enner Valencia menyundul bola hasil kemelut di depan gawang Qatar. Beruntung, gol dianulir karena offside setelah dianalisa oleh VAR.

Sayangnya, hal itu tidak merubah keadaan. Al Anbiya akhirnya kebobolan juga lewat titik penalti yang dieksekusi dengan baik oleh Enner Valencia sebelum penyerang Fenerbahce ini kembali mencetak gol lewat sundulan kepala ketika laga masih setengah jam berjalan. Tuan rumah sempat memiliki peluang emas di akhir babak pertama saat striker Almoez Ali yang sudah berada di mulut gawang gagal menyambut bola dari umpan silang Hassan Al-Haydos.

Saat babak kedua dimulai, pemandangan mengkhawatirkan mulai terlihat saat beberapa bagian di stadion terlihat kosong hingga akhirnya melompong dengan tinggal menyisakan hanya seperempat dari kapasitas stadion. Sejumlah pihak mengira publik tuan rumah beranjak dari tempat duduknya untuk melaksanakan sholat Isya, namun ternyata mereka tidak kembali. Sejumlah wartawan yang meliput di tempat pun mengakui bahwa pendukung tuan rumah memang meninggalkan stadion.

Kritik dari media pun mulai bermunculan. Performa tak memuaskan Qatar hingga membuat Hassan Al-Haydos cs menjadi tim tuan rumah pertama yang kalah di laga pembuka tentu menjadi salah satunya. Spekulasi mengenai alasan lain pun hadir di permukaan yang dikaitkan dengan kemungkinan rendahnya minat sepakbola di negeri mungil Timur Tengah tersebut, pesimisme pendukung tuan rumah hingga tuduhan kontroversi pemilihan Qatar sebagai tuan rumah piala dunia yang kemungkinan tidak lain adalah ambisi sang Emir Qatar sendiri demi mempromosikan negaranya ke tingkat global. Mana yang benar, tidak ada yang tahu pasti. Namun hal ini jelas menjadi indikasi negatif yang harus diselesaikan pihak penyelenggara mengingat piala dunia bukan hanya sekedar upacara pembukaan yang meriah. PR yang sama juga harus dilakukan oleh timnas Qatar untuk memperbaiki performa mereka di laga berikutnya. Jika tidak, bukan tidak mungkin mereka akan makin kehilangan muka mengingat media-media barat sudah lama mencibir negeri tersebut bahkan sebelum turnamen dimulai.

Kategori
blog bola Piala Dunia

Nama-nama Kejutan dalam Skuad Piala Dunia 2022

Sejumlah nama-nama kejutan yang sebelumnya tidak masuk radar untuk tampil dan dibawa ke Qatar 2022 ternyata dicantumkan dalam skuad final.

Sepekan ini sejumlah media dipenuhi dengan berita tentang pengumuman skuad final para kontestan piala dunia 2022. Beberapa pemain yang dijagokan atau diprediksi akan tampil di putaran final nanti malah absen atau bahkan dicoret dan digantikan oleh nama-nama yang masih asing ditelinga atau yang dianggap sudah habis. Sejumlah nama-nama kejutan ini bukan hanya muncul di skuad tim-tim papan tengah, namun juga tim-tim besar dan unggulan turnamen. Berikut ini adalah beberapa pemain-pemain yang tidak diperhitungkan namun mendapatkan keberuntungan untuk berkesempatan unjuk gigi di Qatar nanti.

JAGO TEBAK SKOR? MAIN DI W88

Para Punggawa Gaek untuk Kesempatan Terakhir

Nama pertama yang paling mengejutkan adalah kembalinya Dani Alves kedalam skuad tim Samba. Bek sayap berusia 39 tahun ini dianggap telah habis setelah Barcelona yang sempat menampungnya selama enam bulan tidak berminat memperpanjang kontraknya meski dengan gaji yang dipangkas besar. Ia pun hijrah ke Meksiko dengan bergabung bersama UNAM Pumas. Tak disangka, performanya lumayan musim ini menarik minat Tite untuk kembali mencantumkannya dalam skuad final. Alves tampil dalam 12 laga dengan kontribusi empat umpan gol. Yang lebih menarik lagi, eks bek sayap Blaugrana, PSG, Juventus dan Sevilla ini lebih sering bermain di posisi gelandang tengah musim ini, sesuatu yang baru untuk sosok pemain yang absen di Rusia 2018 lalu. Pengalaman Alves sangat berguna bagi skuad Selecao yang dipenuhi oleh banyak punggawa muda. Pasang taruhan anda untuk laga-laga tim Samba di Piala Dunia Qatar 2022 di link alternatif W88.

Remko Pasveer (39) adalah nama kejutan berikutnya. Kiper 39 tahun yang merumput bersama Ajax ini baru tampil dua kali bersama tim Oranje namun sukses menyingkirkan sosok yang lebih dikenal, Jasper Cillssen yang masih berusia 33 tahun. Performa eks punggawa Vitesse Arnhem ini sejatinya juga biasa-biasa saja dengan hanya tidak kebobolan lima kali dari 33 penampilannya musim ini. Pelatih Van Gaal masih belum menentukan siapa yang jadi pilihan pertama. Banyak yang merasa kiper Feyenoord, Justin Bijlow lebih layak sebagai pemain mula, namun Pasveer tetap berpeluang menjadi andalan disaat genting.

Berikutnya, ada penyerang yang sudah tak muda lagi, Callum Wilson. Striker Newcastle United ini memang sedang moncer musim ini. Ia telah mengemas 6 gol dan dua umpan gol dari 11 laga Liga Premier Inggris. Penampilannya yang cukup positif membuat sang pelatih Gareth Southgate memilihnya ketimbang penyerang AS Roma yang tampil gemilang musim lalu, Tammy Abraham. Eks penyerang Chelsea ini seperti kehilangan taji musim ini dengan torehan empat gol saja plus dua umpan gol dari 20 laga yang dijalani.

Para Talenta Muda untuk Debut

Selain para pemain gaek, nama-nama kejutan juga muncul dari para talenta muda. Belanda misalnya memutuskan untuk memanggil dua nama yang bahkan belum menjalani debutnya, yaitu gelandang PSV Eindhoven, Xavi Simons (19 tahun) dan bek kanan berusia 21 tahun yang bermain bersama Bayer Leverkusen, Jeremie Frimpong.

Simons adalah lulusan akademi sepakbola ternama, La Masia, namun sayangnya ia kesulitan mendapat tempat di tim utama Barcelona. Sempat hengkang ke PSG namun kesempatan tampil pun masih minim, ia pun memutuskan pulang kampung ke Eredivisie dan bergabung dengan PSV. Di sinilah ia mulai tampil reguler. Pemain kribo ini telah mengemas 10 gol dan empat umpan gol dari 22 laga di semua ajang. Sementara, Frimpong telah berkontribusi lima gol dan tiga umpan gol dari 21 pertandingan di semua kompetisi.

Sementara itu, tim Ayam Jantan memutuskan untuk memanggil bek muda AS Monaco, Axel Disasi (24) menggantikan Presnel Kimpembe yang cedera. Dsasi telah menjadi pemain inti  sebagai bek tengah dengan kontribusi tiga gol dan empat umpan gol musim ini. Jerman pun tak mau kalah. Salah satu nama kejutan yang muncul dalam skuad mereka untuk putaran final nanti adalah penyerang belia kelahiran Kamerun, Youssoufa Moukoko. Pemain depan berusia 17 tahun ini baru saja menjalani debutnya melawan Oman pekan ini. Musim ini, performanya meningkat ketimbang musim lalu dengan koleksi enam gol dan enam umpan gol dari 22 laga. Berkat penampilan apiknya, ia bahkan mampu menggeser posisi striker senior Anthony Modeste yang sejatinya diplot sebagai pelapis jangka pendek Sebastian Haller yang harus menjalani terapi.

Dari kubu tim Matador, Luis Enrique secara mengejutkan mencantumkan nama penyerang muda Barcelona Ansu Fati (20 tahun), meski tidak menjadi pemain utama di Blaugrana musim ini. Ia menyisihkan dua nama yang lebih senior, penyerang sayap Real Sociedad, Mikel Oyarzabal yang cedera parah serta penyerang andalan Villareal, Gerard Moreno yang tidak tampil prima musim ini. Fati sendiri baru mencetak tiga gol plus membuat tiga umpan gol dari 20 kali penampilannya musim ini di semua ajang.

Sementara itu, tim Dinamit juga secara mengejutkan menepikan bek senior berpengalaman, Jannik Vestergaard dengan bek Galatasaray berusia 24 tahun, Victor Nelsson. Eks bek Nordsjaelland ini telah tampil 13 kali di Liga Turki, sedangkan Vestergaard sendiri nyaris tidak mendapat kesempatan bermain di EPL bersama Leicester City. Ia hanya tampil tiga kali di ajang piala liga dan bersama tim cadangan.